HUKUM ADAT MENCURI AKAN DI ARAK KELILING KAMPUNG !!!

HUKUM ADAT MENCURI AKAN DI ARAK KELILING KAMPUNG !!!

TRIBUNKOTA


Desa Talaitad yang terletak di Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara mempunyai hukum adat unik. Hukum tersebut telah diterapkan sejak dua abad silam sampai sekarang. Pada 1998 lalu, hukum adat itu dijadikan Peraturan Desa (Perdes).

Aturan dalam perdes atau hukum adat tersebut antara lain mengenai sanksi bagi pelaku perselingkuhan dan pencurian. Bila pelaku tertangkap, mereka tidak diserahkan ke aparat kepolisian, tetapi akan dihakimi sesuai perdes.

Apa sanksi yang diberikan? Menurut Kumtua (Hukum Tua) Desa Talaitad Induk, Ventje Mangindaan, bagi yang terbukti selingkuh akan dibawa ke kantor desa dan kemudian kepalanya dibotaki, baik pria maupun wanita. Mereka disaksikan seluruh warga.

“Sanksi seperti  ini memang sudah turun-temurun kami lakukan dari nenek moyang,” ujarnya. Tujuannya tidak lain agar 256 kepala keluarga yang mendiami Talaitad Induk bisa tetap menjaga keharmonisan pasangan suami istri.

Ada warga yang kedapatan selingkuh, merasa malu sehingga akhirnya memutuskan pindah keluar desa.  Bagi warga yang tertangkap mencuri apapun di desa ini, juga akan mengalami hal yang sama.

Yakni dibuat malu dan disaksikan seluruh masyarakat. “Biasanya digantungi papan di dada dengan panjang kurang lebih 60 cm dan lebar 30 cm," katanya. Di papan itu dituliskan kasus yang dilakukan.

Setelah itu pelaku akan digiring mengelilingi seluruh lorong yang ada di desa kemudian berteriak memberikan pengumuman ke warga terkait apa yang dilakukannya. Sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang membuat kesalahan sejauh ini  memberi dampak positif. Kasus pencurian relatif minim. Demikian pula kasus perselingkuhan.


photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About TRIBUN KOTA

    Blogger Comment
    Facebook Comment