Medan Labuhan Batu - Bocah 5 Tahun Dianiaya dan Diikat Rantai Anjing Oleh Uwaknya (Kakak Ibunya) Sendiri !!!

Labuhan Batu - Bocah 5 Tahun Dianiaya dan Diikat Rantai Anjing !!!

TRIBUNKOTA


Kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Sumatera Utara. Kali ini korbannya Natasya br Silalahi, bocah 5 tahun warga Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, menjadi korban penganiayaan oleh uwaknya (kakak ibunya) sendiri. Bahkan sadisnya, korban yang telah babak belur itu juga diikat pakai rantai hewan peliharaan anjing.

Aksi kekerasan ini terungkap, Selasa (19/07/2016 ) pagi, saat Natasya yang babak belur dengan kaki terikat rantai tampak berjalan tertatih-tatih disekitar rumahnya. Diketahui Natasya baru saja kabur dari rumahnya itu pun kemudian bertemu dengan Bani alias Ucok (35), seorang pengusaha bengkel sepeda motor di kawasan Padang Bulan.

"Aku penasaran, kok wajah anak itu babak belur sambil terikat rantai, makanya anak itu kutemui. Saat kutanya, anak itu mengaku telah dipukuli uwaknya (kakak ibunya,)," jelas Ucok kepada wartawan.

Mendengar pengakuan itu, Ucok yang mengaku kasihan kemudian memanggil sejumlah personil polisi yang kebetulan melintas dengan mobil patroli di pinggir jalan itu. "Kebetulan ada mobil patroli lewat, langsung kupanggil dan ceritakan pada mereka kisah anak ini," ucapnya.

Mendapat laporan Ucok, sejumlah personil polisi itu pun langsung membawa Natasya ke ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Labuhanbatu. Natasya yang ditanyai polisi juga mengakui jika dirinya memang telah dianiaya uwaknya Wanti (29), yang tinggal serumah dengannya.

"Jadi memang saat kita tanyai, sang anak ini mengaku dipukuli dan dirantai uwaknya, dan saat ditemui pelapor, anak ini baru saja melarikan diri," jelas Kanit UPPA Polres Labuhanbatu Ipda Tita H kepada wartawan di Mapolres Labuhanbatu.

Mendapat keterangan dari bocah malang itu, kata Tita, pihaknya langsung menangkap Wanti di kediamannya. Pihaknya pun telah menetapkan Wanti sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar pasal 351 ayat 1 Undang – Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Kita masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus ini," tandasnya.

Sementara Wanti, gadis tomboy itu mengaku tega memukuli dan merantai keponakannya lantaran kesal dengan Natasya yang dinilai nakal dan sering membuat malu keluarga. "Dia itu anak nakal, makanya kupukul dan kurantai," jelas Wanti kepada sejumlah wartawan di ruang UPPA Polres Labuhanbatu.

Diceritakannya, Natasya merupakan anak kedua adik kandungnya Leni Sari Dewi (25) yang telah bercarai dengan suaminya T Silalahi (41). Namun sejak adik kandungnya itu bercerai dengan suaminya 4 tahun lalu, Natasya pun dirawat dan dibesarkan oleh neneknya Maimunah Br Panjaitan (60). "Jadi sejak bayi, ibuku yang merawat dan membesarkannya sampai sekarang. Karena ibunya sejak bercerai pergi entah kemana, dan bapaknya juga gak peduli," jelasnya.

Namun kata Wanti, sejak Natasya menginjak usia 4 tahun, tumbuh dengan sangat nakal hingga kerap membuat kesal ia dan keluarganya. Bahkan katanya, sering membuat malu keluarga. Pasalnya, Natasya kerap pergi jauh dari rumah dan meminta-minta uang di jalan layaknya seperti pengemis. "Kan malu kita melihat dia seperti itu, nanti dipikir orang kita lah yang menyuruh dia mengemis," ungkapnya.

Mengatasi persoalan itu, Wanti mengaku kerap mengurung Natasya di dalam rumah. Namun katanya bocah tersebut kerap kabur dan kembali meminta-minta di jalanan.

Hal itu pun dibenarkan Maimunah, nenek Natasya yang selama ini membesarkannya. "Memang bandal kali cucuku yang satu itu, sudah sering dilarang jangan pergi jauh-jauh, tapi tetap saja dia minta-minta uang di jalanan. Makanya uwaknya emosi dan sering silap memukulnya," jelas Maimunah yang juga ditemui wartawan di Mapolres Labuhanbatu.





photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About TRIBUN KOTA

    Blogger Comment
    Facebook Comment