SUBANG - Istri Hamil 4 Bulan Minta Peksi Malah Di Pukuli Sampai Babak Belur !!!

Istri Hamil 4 Bulan Minta Peksi Malah Di Pukuli Sampai Babak Belur !!!

TRIBUNKOTA


SUBANG - Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Kabupaten Subang. Kali ini menimpa Kosidah (25) warga Dusun Pangadangan, RT 12 RW 05, Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan, Subang. Ibu muda yang sedang mengandung empat bulan itu babak belur dianiaya suaminya, Dulham (30).

Aksi tersebut dilakukan Dulham di area pesawahan di Dusun Bojong Gayam, Desa Pamanukan Seberang, Pamanukan, sekira pukul 00.00 WIB dinihari, Selasa (25/07/2016). Atas tindakan kekerasan yang dialaminya itu, Kosidah melaporkan suaminya ke Mapolsek Pamanukan, Subang.

pada malam sebelum kejadian, sekira pukul 23.00 WIB,Kosidah mengajak suami nya Dulham pergi ke bidan untuk memeriksakan kandungan nya, lalu Dulham menolak dan mengatakan pergi saja sendiri, karena mendengar jawaban yang menyakitkan hati Kosidah pun menangis dan berniat untuk pergi ke bidan sendiri dengan berjalan kaki, sekitar 5 menit tiba2 Dulham yang mengendarai motor menghampirinya dan memaksa Kosidah Untuk ikut dengan Dulham sekitar pertengahan jalan Kendaraan yang dinaiki keduanya tiba-tiba berhenti saat melintas area pertanian di Dusun Bojong Gayam, Desa Pamanukan Seberang, Pamanukan. Di tempat itulah, Dulham menganaiaya istrinya yang dalam keadan mengandung empat bulan hasil pernikahannya 10 bulan lalu. Atas aksi suaminya itu, mata sebelah kanan Kosidah lebam.

"Sebelum memukuli saya, dia marah-marah, dan menuduh saya selingkuh dengan bekas pacar saya. Tapi saya membantahnya, karena tuduhan itu tidak benar sama sekali. Setelah itu dia langsung memukuli saya," kata Kosidah saat melaporkan kejadian itu di Mapolsek Pamanaukan, Subang.

Saat ditanya soal rumah tangganya dengan Dulham, Kosidah yang saat ini mengandung empat bulan hasil pernikahannya dengan Dulham memaparkan pernikahan dirinya dengan Dulham merupakan pernikahan siri 10 bulan ke belakang. Sementara istri sah Dulham, sejak beberapa bulan terakhir menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Kapolsek Pamanukan AKP Sunaryo menegaskan pihaknya belum menyimpulkan aksi yang dilakukan Dulham terhadap Kosidah masuk dalam kasus KDRT. Menurut Sunaryo, pernikahan pasangan suami istri itu tidak tercatat dalam kantor urusan agama alias nikah siri.


"Meskipun keduanya adalah suami istri, namun kami belum bisa menyimpulkan kasus itu merupakan KDRT. Karena yang disebut KDRT itu jika pernikahan yang dilakukanb secara resmi resmi, yaitu melalui KUA, dan ada surat nikahnya. Sementara dari hasil keterangan yang kita dapatkan, keduanya menikah siri," papar Sunaryo.

Dengan begitu, pelaku kekerasan itu hanya dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan biasa, denga ancaman kurungan maksimal empat tahun penjara. Jika kasus tersebut masuk dalam kasus KDRT, ancaman kurunganya lebih berat, yaitu maksimal 15 tahun penjara.



photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About TRIBUN KOTA

    Blogger Comment
    Facebook Comment