Pelakon Keji Pembunuhan Sadis yang Menghabisi Nyawa Satu Keluarga Ditangkap di Lubukpakam?

Pelakon Keji Pembunuhan Sadis yang Menghabisi Nyawa Satu Keluarga Ditangkap di Lubukpakam?


Warga Kota Medan kembali dihebohkan dengan pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar. Hanya seorang balita berumur 4 tahun berinisial K yang selamat dari tragedi biadab tersebut.

Tersebar kabar bahwa pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar sudah ditangkap polisi.

Namun Kapolres Pelabuhan Belawan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yemi Mandagi membantahnya.

Ia mengatakan tidak benar informasi yang beredar satu pelaku pembunuhan sudah ditangkap di Jalan Pembangunan Sekip, Lubukpakam, Deliserdang, Senin (10/4/2017) siang.

“Kami baru periksa 10 saksi, jadi sejak siang tadi ada nambah dua saksi. Dan yang dibawa dari Lubukpakam tadi merupakan saksi. Kami belum ada tetapkan tersangka kasus pembunuhan sekeluarga itu,” katanya saat dihubungi Senin (10/4/2017) malam.

Dia menambahkan, petugas kepolisian masih sekadar memeriksa saksi-saksi, sehingga belum ada tersangka dalam kasus pembunuhan.
Namun, ia menolak membeberkan nama saksi yang diamankan dari Lubukpakam itu.

Seorang personel kepolisian yang ikut dalam pengejaran pemburu pembunuh keji satu keluarga di Mabar, menyampaikan, belum valid laporan tentang tertangkapnya pembunuh di Lubukpakam.

“Belum valid yang diambil di Lubukpakam, apakah tersangka atau sebatas saksi. Kami sedang mencari tahu juga terkait itu,” ujarnya kepada Tribun-medan.com.

Sebelumnya, Ucok, warga Lubukpakam menceritakan kabar tertangkapnya satu terduga pembunuh berencana sekeluarga di Mabar, Medan Deli. Pelakunya merupakan orang warga Jalan Pembangunan Sekip Lubukpakam.

“Ramai kali tadi polisi di Jalan Pembangunan Sekip. Kabar yang beredar, ditangkap satu pelaku. Warga Sekip satu pelakunya, namun belum pasti tertangkap karena kabarnya kabur orangnya. Besok awak cek lagi nama warga yang ditangkap itu,” katanya.

Berdasarkan informasi yang berkembang di kawasan Jalan Pembangunan, Sekip, Lubukpakam, lanjutnya, ada dua terduga pelaku pembunuhan, namun yang ditangkap baru warga Lubukpakam. Sedangkan satu pelaku lainnya dikabarkan orang Marelan.

“Satu lagi orang Marelan, begitu kabarnya, namun orang Marelan itu belum ditangkap. Baru orang Lubukpakam aja yang ditangkap. Ramai kali tadi,” ujarnya.

Pembunuhan Satu Keluarga, Ini Langkah yang Akan Diambil Pemko dan DPRD

Maraknya tindakan kriminal kategori sadis yang terjadi di Medan baru-baru ini membuat Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution berang.

Peristiwa terkahir yakni pembunuhan di Jalan Mabar yang menewaskan satu keluarga dan melukai balita berusia empat tahun yang saat ini masih dirawat intensif.

"Masya Allah itu perbuatan biadab. Ini saya mau ke sana," kata Akhyar usai Rapat Paripurna di DPRD Medan, Senin (10/4/2017).

Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung.

Ia meminta Pemerintah Kota Medan mengevaluasi diri terkait keamanan kota.

Satu di antaranya menggagas kembali Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan).

"Ini bukti Medan belum aman. Saya rasa Siskamling harus disuarakan. Kita buat Perda Siskamling." ucap Henry.

Bersama Akhyar, Henry Jhon juga akan mengunjungi balita yang selamat dari pembunuhan sadis tersebut.

Kronologi Pembunuhan

Kejahatan menimpa dan menewaskan satu keluarga terulang di Medan. Minggu (9/4) kemarin, pasangan suami istri, mertua dan dua anak mereka meninggal akibat kekejian penjahat yang diduga berjumlah dua orang. Hanya seorang bayi di bawah usia lima tahun, K (4), anak bungsu, yang selamat. Itu pun kondisi kritis.

Para korban adalah suami-istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (35), serta dua anak, Naya (13), dan Gilang (8). Mereka warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli. Sumarni (60), mertua Riyanto juga meninggal. Semua anggota keluarga tidak luput dari aksi penjahat. Balita K, kini pun masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pembunuhan yang terjadi di Mabar, Medan Deli, Minggu (9/4) cukup tragis, pasalnya satu keluarga, terdiri lima orang meninggal dunia. Pada umumnya, mereka meninggal karena benda tajam.

Adapun Kinara masih kritis dan dirawat di Rumah Sakit Mitra Medica, karena mengalami luka pada bagian kepala, wajah dan mata sebelah kiri. Warga dan petugas kepolisian menemukan Kinara dalam kondisi luka-luka, sembunyi di kolong tempat tidur di kamar utama.

Kinara (4 tahun), korban selamat, menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medica Medan, Minggu (9/4/2017). Pembunuhan keji merenggut semua keluarga balita tersebut. Ayah, ibu, dua kakak dan neneknya meninggal akibat kekejian penjahat beraksi di rumah mereka, Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli. (Hand-over) (HO)

Pada pekan yang sama, Kamis, 6 April 2017, kejahatan menyasar satu keluarga juga terjadi. Lokasi kejadaian di Simpang Gardu Jalan Lau Cih Kuta, Kelurahan Sidomulio, Kecamatan Medan Tuntungan. Korban diduga dibunuh lalu dibakar, yakni Marita beru Sinuhaji (54), Prengky Ginting (30) Selfy (5) dan Violet (3,5). Dari satu keluarga, hanya, Gandi Ginting, suami Marita, yang selamat. Saat kejadian, dia sedang berada di luar kota.

Terkait pembunuhan Riyanto dan keluarga, sepekan sebelum tragedi, sepertinya ada firasat pada sang kepala rumah tangga.

Riyanto mendadak gemar menggendong Kinara, putri bungsunya saat menghadiri acara pengajian masyarakat. Bahkan, saban hari, ia rutin membawa putrinya jalan-jalan di seputaran rumah.

"Satu pekan ini, memang perilaku Riyanto agak aneh, maksudnya, setiap hari selalu bawa anaknya yang paling kecil. Biasanya tidak terlalu sering gendong anaknya, tapi belakangan ini, tidak pernah lepas sama anaknya yang selama itu," ujar Yanto, tetangga mereka, warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli.

Yanto menceritakan, pada Rabu (5/4) malam, Riyanto bersama tetangga mengikuti pengajian sebelum Serampi berangkat umrah. Pada acara itu, Riyanto memangku Kinara terus dan selalu memegang anaknya. Padahal, warga lainnya tidak ada yang membawa anak.

"Anaknya tidak mau lepas, makan pun pangku anaknya. Padahal, kalau ngumpul tidak pernah anak ikut. Jadi sebagai warga, kami geram kali adanya peristiwa ini (pembunuhan satu keluarga yang terdiri lima orang). Kami harapkan cepat ditangkap pelakunya dan tembak saja pelakunya itu," katanya.

Menurutnya, Riyanto merupakan sosok warga yang pendiam. Artinya, tidak banyak bicara, serta rutin mengikuti berbagai kegiatan di kampung. Oleh sebab itu, warga sangat kehilangan adanya pembunuhan tersebut.

Selain itu, badannya lemas sepulang dari jualan mendapat kabar dari warga bahwa Riyanto meninggal dunia karena dibunuh. Bahkan, dia tidak sanggup melihat tubuh Sri Ariyani (35) istri Riyanto yang bersimbah darah di tempat tidur.

Dia menambahkan, warga bersama petugas kepolisian langsung melihat keadaan rumah, kala itu, warga langsung membawa Kinara ke rumah sakit. Agar mendapatkan perawatan intensif, karena luka pada bagian mata cukup parah.

"Sekitar pukul 08.30 WIB, Serimpi melintas di depan rumah mereka (Riyanto) untuk bilangkan agar lampu teras dimatikan. Apalagi pintu depan terbuka. Namun kaget banyak bercak darah," ujarnya.

Ngajak Belanja

Penuturan Kepala Lingkungan XI, Budiono, pertama kali insiden ini diketahui Nenek Serimpi, kerabat korban.

"Pagi tadi bu Serimpi lihat lampu depan rumah korban masih hidup. Karena enggak biasanya, bu Serimpi datang sekalian mau ngajak belanja," kata Budiono usai dimintai keterangannya oleh polisi, Minggu (9/4) siang.

Ketika tiba di halaman rumah korban, tak satupun penghuni rumah kelihatan. Curiga, Serimpi lantas melongok ke dalam rumah dan melihat ceceran darah dimana-mana.

"Tetangganya itu langsung menjerit. Di situlah warga akhirnya tahu penghuni rumah sudah dibunuh," ujar Budiono.

Di lokasi kejadian, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi turun langsung. Yemi yang mengenakan setelan kemeja putih bergambar itu sibuk meminta anggotanya mengecek isi dalam rumah.

Jasad Terpisah

Jenazah kelima penghuni rumah ditemukan pada lokasi yang berbeda-beda. Jenazah Riyanto ditemukan di pintu dapur dengan luka pada bagian leher. Sedangkan jenazah Sri Ariyani, bersama dua anaknya Naya dan Gilang ditemukan di tempat tidur.

Jasad Sri Ariyani dan dua anaknya Naya dan Gilang ditemukan dengan luka pada bagian leher, serta jenazah Sumarni berada di depan pintu kamar tamu.Ketika Serimpi memanggil Riyanto dan keluarga, tidak ada sahutan atau balasan. Setelah itu, Serimpi ke arah samping rumah dan liat pintu samping terbuka.

"Ketika mau masuk, saksi langsung terkejut lihat lantai rumah sudah banyak darah. Dan langsung memanggil-manggil warga sekitar," katanya.

Berdasarkan pengakuan Sahria alias Isa kepada warga, lanjutnya, Riyanto sempat menerima tamu pada Sabtu (8/4) sekitar pukul 23.30 WIB.

"Ibu Isa melihat ada satu tamu datang dengan berjalan kaki. Tapi, Ibu Isa tidak liat wajah tamunya karena enggak curiga. Mereka sering terima tamu hingga larut malam," ujarnya.

Yanto mengungkapkan, ketika menerima tamu, sempat terdengar perbicaraan singkat antara Riyanto dengan tamunya. Tapi, pada pukul 00.30 WIB sempat terdengar suara sepeda motor.

"Ibu Isa sempat mendengar Riyanto bilang kok enggak telepon kau. Tapi, pada pukul 00.30 WIB saksi mendengar suara sepeda motor matic ngebut di depan rumahnya," ujarnya.


BERITA TERBARU | PREDIKSI TOGEL | BERITA INDONESIA

photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About TRIBUN KOTA

    Blogger Comment
    Facebook Comment