Wanita Muda dan Cantik Ini Mengaku Pernah Disuntik Gila

Wanita Muda dan Cantik Ini Mengaku Pernah Disuntik Gila


Tiga wanita muda mengalami depresi berat hingga diamankan warga ke shelter penampungan sementara gangguan jiwa terlantar di Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsospam) di Sekupang, Batam, Jumat (21/4/2017).

Sudah sekitar seminggu ini, ketiga wanita itu berada di sana. Dua di antara wanita muda itu, Angel (22) dan Ratih (16), diduga telah menjadi korban perdagangan manusia.

Seorang di antaranya saat diajak bicara, bahkan berulang kali mengaku sudah disuntik gila di sebuah lokalisasi di Batam.

Dalam ingatannya, ia bisa sampai di Batam lantaran dijemput seorang pria keturunan dari Pekanbaru menuju Batam. Oleh pria itu, wanita muda ini dijanjikan sebuah pekerjaan.

"Aku ditipu kak. Aku disuruh kerja jadi PSK (Pekerja Seks Komersial). Kalau nggak sesuai dengan hati, ya berontaklah ya. Disuntik gila aku di sana. Makanya aku gila, tapi sekarang udah nggak lagi," ucap Angel setengah berteriak dengan nada ceria.

Lain halnya dengan Angel yang berperawakan ceria, Ratih, wanita muda lainnya, justru lebih senang menyendiri dengan buku bacaannya.

Sesekali ia tampak berceramah tentang keislaman dengan nada khas anak-anak. Menurut informasi yang didapatkan Tribun dari petugas yang berjaga, Ratih sempat bekerja selama 6 bulan di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga.

Diduga ia menjadi depresi akibat tak kuat dengan tekanan dari majikan di tempatnya bekerja.
"Pernah kerja di Malaysia. Ya nyapu, ngelap-ngelap, ngepel," ucap Ratih cuek.

Sementara, wanita muda lainnya, Uti (30), diduga depresi lantaran pernah menjadi korban perampokan di salah satu mal di Batam, tempatnya bekerja.

Beberapa wartawan yang menyambangi shelter Dinsospam dianggapnya sebagai perampok. Bahkan seorang wartawan sempat ditonjok Uti di bagian kepala gara-gara anggapannya itu.

"Apa kau tengok-tengok. Kau ya yang merampok aku dulu," ucap Uti dengan nada kasar.  

Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Martuala Tambun mengatakan, ketiga wanita itu diantarkan warga ke Dinsospam dari tempat berbeda.

Angel diamankan warga di Batam Centre. Ia dianggap meresahkan lantaran seringkali tak mengenakan busana. Sedangkan Ratih diamankan warga karena pembawaannya seperti orang linglung saat berada di Bandara Hang Nadim Batam.

"Ratih ini dari Wonosobo. Dia dibawa orang travel dari bandara ke sini," ucap Martuala mewakili Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarul Zaman.

Sementara Uti, kata Martuala, dibawa warga sekitar dari tempat kos-kosannya di daerah Seraya. Uti sebelumnya sehat wal'afiat bahkan sebelum depresi, ia bekerja di sebuah perusahaan di Batam.

Dimungkinkan ada masalah yang berat, ia menjadi depresi. Uti suka berteriak tidak jelas di kos-kosannya hingga warga sekitar membawa Uti ke Dinsospam.

"Kepada mereka ini akan kami lakukan pembinaan. Lama-lamakan semakin diajak cerita nanti bisa terbuka dia asalnya dari mana. Setelah tahu keluarganya di mana, akan kami pulangkan ke keluarganya," ujarnya.


BERITA TERBARU | PREDIKSI TOGEL | BERITA INDONESIA

photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About TRIBUN KOTA

    Blogger Comment
    Facebook Comment