Kecam pengakuan AS atas Yerusalem, Sinterklas diserang tentara Israel di Bethlehem

Kecam pengakuan AS atas Yerusalem, Sinterklas diserang tentara Israel di Bethlehem


Sejumlah pengunjuk rasa Palestina yang mengenakan pakaian sinterklas bentrok dengan pasukan keamanan Israel di Bethlehem. Peristiwa itu terjadi sehari sebelum perayaan Natal dimulai di kota Tepi Barat, tempat tersebut dipuja sebagai tempat kelahiran Yesus.

Sambil memegang bendera Palestina, para pendemo yang berkumpul di menara militer Israel melakukan protes atas pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tentara Israel menggunakan granat dan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi tersebut.

Kamis lalu, Majelis Umum PBB menyetujui sebuah resolusi yang menyerukan agar Amerika Serikat membatalkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Penduduk Bethlehem, Mohammad Al-lahham, mengatakan kostum Santa dipakai untuk mengirim pesan kepada anak-anak Palestina.

"Pesan kami adalah pesan untuk anak-anak Palestina, bahwa Papa Noel (Santa Claus) mendatangi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan orang-orang yang menderita untuk memberi hadiah kepada anak-anak Palestina yang dirampas," kata Mohammad Al-lahham, dilansir dari ABC news, Senin (25/12).

"Hari ini kita berpakaian seperti Papa Noel untuk memberi hadiah yang merupakan perlawanan di tanah kita. Pesan untuk anak-anak Palestina adalah kita berada di jalan menuju kebebasan, untuk (mendapatkan) Yerusalem, Papa Noel membagikan hadiah dan penduduk mengirim bom hari ini. Inilah bom yang penduduk Israel kirimkan hari ini, pada hari Natal," tambahnya. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment