Cemburu Buta Seorang Buruh Bangunan, Golok Pun 'Bicara'

Cemburu Buta Seorang Buruh Bangunan, Golok Pun 'Bicara'


Polresta Padang berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Abdul Azis (28), warga Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, yang ditemukan meninggal dalam sumur di Perumahan Kuranji Permai, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Kamis (22/2/3018) lalu.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Azis mengatakan, pelaku merupakan teman korban bernama Yogi (18), warga Parak Laweh RT02/RW05, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Pelaku ditangkap Senin (26/2/2018) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariman

"Pelaku ditangkap setelah didesak pihak keluarganya untuk menyerahkan diri. Kemudian, petugas Polsek Kuranji bersama Jajaran Satreskrim Polresta Padang, langsung menjemput pelaku ke rumah keluarganya di Batang Anai," kata Chairul Azis, Selasa (27/2/2018).

Kasat Reskrim Kompol Daeng Rahman menjelaskan, penangkapan pelaku dilakukan setelah pihak keluarga korban memberikan keterangan kepada penyidik terkait dengan siapa pelaku pergi dari rumah sebelum ditemukan meninggal di kawasan Kuranji.

"Kasus ini terungkap setelah adanya keterangan dari pihak keluarga korban," ujar mantan Kapolsek Pauh itu.

Pengakuan pelaku kepada penyidik, kata Daeng, pelaku nekat membunuh korban karena cemburu. Sebab, pacar pelaku berinisial MA, dekat dengan korban.

"Selain itu, sehari sebelum membunuh korban, pelaku juga dipecat kerja sebagai buruh bangunan. Jadi karena sakit hati dipecat dan ditambah lagi pelaku cemburu, makanya pelaku membunuh korban," bebernya.

Dari keterangan pelaku, kasus pembunuhan itu terjadi pada 21 Februari sekitar 23.30 WIB. Sebelum membunuh korban, pelaku sekitar pukul 20.00 WIB, mengajak korban ke acara ulang tahun pacar pelaku di kawasan Tarandam.

Pelaku dan korban, naik sepeda motor ke Tarandam berbonceng tiga dengan rekan pelaku berinisial U. Setelah sampai di rumah pacarnya, ternyata korban dibohongi pelaku, karena tidak ada acara ulang tahun.

Sekitar 30 menit lamanya di Tarandam, mereka bertiga kemudian pergi ke tugu Simpang Haru. Di sana, mereka duduk-duduk hingga pukul 22.30 WIB. Kemudian dari sana, ketiganya pergi ke warnet di kawasan Kampung Kalawi.

Teman pelaku yang berinisial U ditinggal di warnet tersebut, dan pelaku bersama korban pergi ke rumah orangtuanya di kawasan Jati. Setiba di Jati, pelaku mengambil golok kemudian diselipkan di pinggangnya.

Setelah itu, pelaku mengajak korban ke rumah neneknya di kompleks Perumahan Kuranji Permai, Kecamatan Kuranji. Setiba di sana, korban dan pelaku cekcok. Pelaku pun menuduh korban selingkuh dengan pacarnya.

"Saat cekcok itu terjadi, pelaku kemudian mengeluarkan golok yang dibawanya. Kemudian golok tersebut ditebaskan ke leher korban hingga mengeluarkan darah segar. Setelah menebas leher korban, pelaku kemudian kenbali menebaskan golok tersebut ke arah rusuk korban," terang Daeng.

Setelah korban sekarat, lanjut Daeng, pelaku pun menarik korban dan memasukkan korban ke dalam sumur yang berada di belakang rumah nenek pelaku. Kemudian, korban pun membuang golok ke semak-semak yang ada di kawasan tersebut.

Setelah menghilangkan barang bukti, pelaku pun pergi ke rumah temannya di kawasan Kuranji dengan membawa sepeda motor Honda Beat warna hitam milik korban untuk dijual pelaku melalui temannya yang saat ini masih diburu petugas.

Kemudian, barulah pelaku pergi ke Batang Anai untuk bersembunyi di rumah keluarganya.

"Pelaku dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana jo pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara seumur hidup," pungkas Daeng. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment