Kisah Anak TKW Yang Tewas Dianiaya Paman dan Bibinya, Sang Ibu Pulang Cuma Lihat Peti Mati

Kisah Anak TKW Yang Tewas Dianiaya Paman dan Bibinya, Sang Ibu Pulang Cuma Lihat Peti Mati


Seorang anak berusia 2 tahun mengalami nasib tragis. Bocah yang ditinggal sang ibu merantau untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) itu tewas ditangan paman dan bibinya sendiri.

Alih-alih bekerja diluar negeri untuk menghidupi anak dan keluargnya. Namun, hal itu menjadi cambukan keras baginya. Cita-cita sang ibu pun kandas saat tahu anak kesayanganya telah meninggal dunia.

Ia pulang ke kampung halamannya dengan menalan pil pahit melihat kondisi putranya sudah terbaring lemah di peti mati.

Sang ibu pergi meninggalkan anaknya dari kampung halamannya yang berada di negara Filipina untuk bekerja diluar negeri.

Ia kemudian menitipkan buah hatinya yang masih berusia dua tahun itu kepada sodaranya. Sang TKW berharap jika kelak ia kembali ke kampung halaman dapat melihat kondisi anaknya yang bernama John Earl itu sehat dan mendapatkan kehidupan lebih baik.

Tak hanya itu, ia juga selalu mengirimkan rutin gaji yang ia dapat untuk kelurga dan buah hatinya tersebut.

Sehingga, paman dan bibi dari buah hatinya itu bisa menikmati makan enak dengan uang kiriman ibu dari anak itu.

Kebahagiannya pun dikorbankan agar perekonomian keluarganya menjadi lebih baik dengan pergi ke luar negeri.

Ia rela mengorbankan kebahagiaanya bahkan hingga menhaan lapar hanya demi bisa melihat keluarganya dirumah bahagia dan puas.

Buah hatinya yang masih berusia 2 tahun itupun dipercayakan untuk dititp kepada sodaranya. Namun, saat sang ibu berada di luar negeri rupanya paman dan bibi dari bocah tersebut menghianati kepercayaan dari ibunya.

Bocah lelaki yang masih lemah itu malah mengalami penyiksaan hingga tewas. Menurut tetangga anak laki-laki itu, mereka sering mendengar paman dan bibi korban membanting pintu rumah.

Ditubuh bocah tersebut banyak ditemukan luka goresan. Bahkan, jari dan lengannya mengalami luka memar cukup parah.

Tetangnya korban juga menceritakan, jika sang bibi dan paman korban hanya memberikan makanan tanpa lauk. Namun, hanya dibumbuhi cabai untuk makan anak tersebut.

Para tetangga mengklaim bahwa pasangan tersebut akan mengancam untuk membunuh keluarga mereka jika mereka melaporkan penganiayaan tersebut kepada pihak berwenang.

Para tetangga yang mengetahui hal tersebut dipaksa oleh paman dan bibi korban untuk menutup mulut.

Saat sang anak dibawa ke rumah sakit, dokter itu merasa ngeri melihat kondisinya. Hal ini mendorong pihak berwenang untuk memanggil ibu dari anak laki-laki tersebut.

Sang ibu yang pulang ke kampung halamannya itu pun langsung shock melihat kondisi anaknya yang sudah terbujur kaku di dalam peti mati.

Belakangan diketahui jika, pasangan itu sangat marah karena anak itu sering tidur lebih nyenyak. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment