Kronologi Penangkapan Kapal Taiwan Pengangkut 1,6 Ton Sabu di Perairan Anambas

Kronologi Penangkapan Kapal Taiwan Pengangkut 1,6 Ton Sabu di Perairan Anambas


Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi membeberkan kronologi penangkapan kapal Taiwan berbendera Singapura pembawa 1,6 ton sabu-sabu di perairan Anambas, Selasa (20/1/2018).

Dia menjelaskan, kapal tersebut bernama Pinuin Union.

Kapal itu berasal dari Taiwan dan masuk ke perairan Indonesia. Namun barang haram sebanyak itu belum diketahui akan dibawa ke mana.

"Belum tahu akan dibawa ke mana sabu tersebut. Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan," kata Kapolda Kepri, Selasa sore.

Berikut kronologis penangkapan tersebut:

1. Koordinasi Satgas di Jakarta

Penangkapan kapal tersebut dilakukan tim gabungan Satgassus Polri yang melakukan Koordinasi awal bersama perwakilan Bea Cukai Kanwil Kepri di Kantor Dit Narkoba Polda Metro Jaya. Koordinasi itu dilakukan pada Kamis (15/2/2018).

2. Tim Menuju Batam

Setelah pertemuan di Jakarta, kemudian tim advance berangkat menuju Batam pada Jumat (16/2/2018). Selanjutnya, tim Advance berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri pada Sabtu (17/2/2018).

Koordinasi dilakukan di Pelabuhan Punggur, Batam. Kemudian Tim Tindak bergabung dengan Kapal Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005

3. Tim Tiba di Perairan Anambas

Tim Tindak bersama Kapal Bea Cukai tiba di sekitaran Perairan Anambas, Kepri pada Minggu (18/2/2018). Kemudian, mereka melakukan patroli di sekitaran Perairan Anambas, Kepri.

4. Mendapat Koordinat Kapal Target

Pada Senin (19/2/2018), tim Advance mendapat informasi mengenai koordinat kapal target yang berlokasi di 01.09.227 U / 103.48.023 T.
Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan BC Kanwil Kepri untuk melakukan penyisiran dan pengejaran kapal target.

5. Penangkapan

Pada Selasa (20/2/2018) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari, dilakukan penangkapan oleh Satgassus Polri dan Bea Cukai dengan gunakan Kapal BC 7005 di perairan Karang Helen Mars.

Lokasi penangkapan berdekatan dengan Karang Banteng. Dari penangkapan itu berhasil diamankan satu unit uapal kkan berisi jaring ketam asal Taiwan. Di dalam kapal juga terdapat 81 karung yang berisi sabu-sabu dengan berat sekitar 1,6 ton.

Kapal itu bendera Singapura dan tidak terdapat dokumen serta surat-surat kapal. Selanjutnya, pada Selasa (20/2/2018) sekira pukul 08.00 WIB, kapal digiring menuju pangkalan Bea Cukai Sekupang bersamaan dengan Kapal Bea Cukai 20007 yang turut serta Tim Bareskrim Polri.

Kapal hasil tangkapan tersebut kini berada di Dermaga BC Pelabuhan Logistik, Sekupang, Batam. petugas masih memeriksa kapal pembawa sabu, Selasa (20/2/2018).

"Petugas lagi periksa kapal. Belum tahu berapa jumlah sabu yang ditemukan di kapal yang ditangkap," kata seorang anggota polisi yang berjaga di pintu gerbang kawasan gudang Logistik Sekupang.

Beberapa petugas menggunakan kendaraan berdatangan dan masuk ke kawasan gudang logistik tersebut. Beberapa mobil polisi seperti baracuda, mobil Ditpolariud, dan lainnya dikerahkan ke kawasan logistik Sekupang.

Penjagaan di pintu gerbang super ketat. Sekuriti dan anggota polisi pun memeriksa satu persatu kendaraan yang ingin masuk ke kawasan tersebut.

Sementara itu, kapal Taiwan berbendera Singapura yang diamankan memiliki warna lambung biru tua dengan tulisan huruf asing di sampingnya.

Selain puluhan barang bukti sabu, polisi juga mengamankan empat orang yang ada di dalam kapal. Keempat orang itu merupakan Warga Negara Asing (WNA). photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment