Meski Sering Ribut, Panggilan Sayang Korban Pembunuhan di Tangerang ke Suaminya Tak Disangka

Meski Sering Ribut, Panggilan Sayang Korban Pembunuhan di Tangerang ke Suaminya Tak Disangka


Seorang ibu dan kedua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai RT 005 RW 012 Kecamatan Priuk, Kota Tangerang ditemukan tewas dibunuh, Senin (12/2/2018) sore.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menyatakan, peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

"Korban meninggal ada tiga orang, yaitu ibu dan kedua anak perempuannya serta satu orang mengalami luka tusuk," kata Harry.

Muchtar Effendi (60), ditemukan terluka parah, bersimbah darah, di kamar belakang.

Emah (40)  yang menghuni rumah di Blok B6 RT 05/RW 12, tewas berpelukan bersama kedua putrinya, Nova (23) dan Tiara (13).

Abi sapaan akrab Effendi merupakan suami dari Emah. Kini, Abi menyandang status tersangka atas pembunuhan istri dan dua anak tirinya.

Mereka baru satu tahun menikah. Meski begitu, Abi bukan suami pertama Emah.

Tetangga korban, Rohayati bercerita bahwa pasangan suami istri ini tak serasi. Ia merupakan suami ketiga bagi Emah.

Tetangga korban, Rohayati bercerita bahwa pasangan suami istri ini tak serasi.

"Biasa sering mereka berantem, kemarin terakhir dengar suara piring pecah," kata Rohayati

Namun Rohayati enggan ikut campur lebih jauh urusan rumah tangga tetangganya itu.

"Ditengok dulu pernah tapi suaminya keluar bilang ngga ada masalah apa-apa," ucapnya.

Rohayati mengatakan, rumah tangga korban dengan suaminya memang sering cekcok.

Walaupun sering terdengar cekcok, menurut Kyla, pedagang yang kiosnya bersebelahan dengan kios Emah, Abi punya panggilan sayang dari istrinya.

"Sejak menikah dengan Aki (panggilan Muchtar Effendi) Emah memang jadi jarang ke kios," ujar Kyla, pedagang yang kiosnya bersebelahan dengan kios Emah

Sebelum bertemu Aki, Emah sering datang ke pasar walau hanya sekadar main.

Sudah lima tahun Emah membuka kios di Pasar Kebon Besar. Selama kurang lebih empat tahun Emah hanya memiliki satu kios saja.

"Sejak menikah dengan Aki, dia membeli dua ruko berjejer di sebelah kios lamanya," Kyla menambahkan.

Hingga akhir hayatnya, Ema memiliki tiga kios dan satu pegawai yang melayani pembeli.

"Sejak mendengar kabar duka itu, Yanti penjaga kios langsung tutup Senin sore hari hingga hari ini," ujar dia.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Tangerang menemukan titik terang. Kepolisian Resort Tangerang Kota menetapkan Muchtar Efendi (60) sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga.

Muchtar Efendi alias Abi tidak lain adalah kepala keluarga dari keluarga yang dibunuh tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan, Abi menggunakan sebilah pisau untuk membunuh istri dan dua anak tirinya.

Abi tega membunuh keluarganya itu karena dipicu persoalan ekonomi," ucapnya di kamar jenazah RSUD TangerangKabupaten, Selasa (13/2/2018).

Harry Kurniawan menambahkan pisau yang digunakan untuk membunuh keluarganya itu disembunyikan di dalam lemari pakaian.

Pelaku dijerat pasal 338 jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. Saat ini pelaku masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebelumnya diberitakan terjadi pembunuhan satu keluarga, terjadi di Perumahan Taman Kota Permai II, Periuk, Tangerang. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment