Ucapan Terimakasih Novel Baswedan kepada Pendonor Mata dan Tidak Ingin Dikawal

Ucapan Terimakasih Novel Baswedan kepada Pendonor Mata dan Tidak Ingin Dikawal

 

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali bersuara keras terkait kasus yang menimpa dirinya.

Novel hingga kini masih menjalani perawatan mata karena matanya disiram air keras oleh orang tak dikenal usai dirinya melaksanakan salat subuh masjid di dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sepuluh bulan lalu.

Keterangan tersebut disampaikan Novel saat bincang-bincang dengan media di rumahnya, Jakarta Utara, Selasa (27/2/2018).

Berikut adalah rangkuman dari wawancara yang berlangsung sekitar 20 menit itu.

1. Pelaku Tidak Bisa Dibiarkan

Novel mengatakan pelaku tidak bisa dibiarkan karena ini berimbas terhadap penegak hukum.

"Tidak boleh dibiarkan, efeknya bahaya kepada penegak hukum dan petugas," ucap Novel Baswedan, di kediamannya di Daerah Kalapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/2/2018).

Untuk saat ini, Novel dan rekan tim kuasa hukumnya sedang mendorong dibentuknya tim pencari fakta.

"Saya dan rekan-rekan kuasa hukum tengah meminta dibuatkan tim pencari fakta terkait kasus yang menimpa diri saya," ucap Novel.

2. Tidak Ingin Dikawal

Novel kini mendapat pengawalan saat tiba di Indonesia usai dirawat di Singapura. Kepada wartawan, bekas perwira Polri itu mengatakan tidak ingin dikawal karena tidak ingin terjebak rasa takut.

"Tidak ingin dikawal karena tidak ingin terjebak rasa takut," ujar Novel Baswedan, di kediamannya di daerah Kalapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/2/2018).

Tidak hanya itu, Novel menjelaskan dengan tidak adanya bentuk pengaman khusus kepada dirinya merupakan bentuk ketidaktakutan terhadap bentuk terorisme.

"Saya ingin menunjukan gak boleh ada orang yang takut dengan teroris, kalau ditakuti semakin jadi," ujar Novel.

3. Optimisme Kepada Presiden Joko Widodo

Sepuluh bulan sejak penyiraman, polisi tidak berhasil mengungkap pelaku.

Novel Baswedan menyerahkan segala keputusan terkait pembentukan Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGFP) kepada Presiden RI Joko Widodo.

"Apakah saya optimis bahwa Pak Presiden akan membentuk TGPF? Kembali lagi ke beliau, beliau yang lebih tahu dan tentunya Pak Presiden akan mengambil suatu kebijakan. Saya doakan kebijakan yang terbaik," kata Novel saat bertemu awak media di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/2/2018).

4. Ucapkan Terimakasih Kepada Pendonor Mata

Novel Baswedan berterimakasih kepada Kusama Hartanto yang dikabarkan rela mendonorkan matanya demi kesembuhan dirinya.

"Saya ucapakan banyak terimakasih, banyak masyarakat yang peduli terharap kondisi kesehatan, semoga niat baik beliau dibalas dengan kebaikan," ujar Novel.

Sebelumnya warganet sempat dihebohkan dengan akun Facebook milik Muttaqin Ilham.

Dalam postingannya, Muttaqin mengunggah foto seorang juru parkir bernama Kusuma Hartanto yang siap mendonorkan matanya untuk Novel Baswedan.

Namun menurut Novel, realisasi tersebut tidak dapat dilakukan.

"Saya menyambut baik niat beliau, namun penyembuhan mata saya harus melalui operasi artifisial," ujar Novel.

5. Telah Berbicara Dengan Aris Budiman

Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman adalah direktur penyidikan di KPK. Aries Budiman pernah memberikan kesaksian mengenai sikap Novel yang kurang pantas terhadap dirinya saat di Pansus KPK di DPR RI.

Aris bahkan telah melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan dugaan pencemaran nama baik.

Aris tersinggung dengan karena surat elektronik yang dikirim Novel, mengenai aturan perekrutan penyidik dari kepolisian.

"Sudah, sudah bertemu. Dengan siapapun saya komunikasi," ujar Novel.

Namun, Novel enggan menjelaskan isi percakapan keduanya.

"Saya dalam kondisi sakit dan tidak optimal. Dalam kondisi begini, tidak tepat diadakan pemeriksaan. Saya mau fokus pengobatan dulu," kata Novel. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment