Delapan Napi Terorisme dari Cipinang dan Mako Brimob Dipindah ke Lapas Pasir Putih Nusakambangan

Delapan Napi Terorisme dari Cipinang dan Mako Brimob Dipindah ke Lapas Pasir Putih Nusakambangan


Delapan narapidana terorisme dipindah ke Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Kamis (15/3/2019).

Tiga napi di antaranya berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, yakni Ali Zaenal Abidin, Awaluddin, dan Erwin Madani.

Lima lainnya dari Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, yaitu Wandi Supandi, Saulihun bin Suryani, Taufik Hidaya, Jumri, dan Juhanda.

Pemindahan delapan napi terorisme disinyalir lantaran berisiko tinggi menyebarkan radikalisme kepada penghuni lain lapas atau rutan itu.

Terlebih di lapas yang masih tercampur antara napi teroris dan napi umum itu, hubungan antarpenghuni tak dibatasi.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham), Ade Kusmanto, mengatakan delapan napi terorisme itu dipindah setelah melalui proses assessment.

Jadi diputuskan mereka harus cepat dipindah ke High Risk Terorism Prison, Lapas Pasir Putih.

"Narapidana dipindah setelah di-assessment terkait risikonya," kata Ade Kusmanto, Jumat (16/3/2018).

Lapas Pasir Putih jadi tempat tinggal layak bagi napi teroris berisiko tinggi, yakni berpotensi menyebarkan radikalisme dan membangun jaringan ke luar bui.

Terlebih penjara itu memang telah didapuk sebagai Lapas High Risk Terorism.

Terpisah, Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Sudjonggo, membenarkan kabar pemindahan napi teroris itu.

Sayang, dia enggan mengonfirmasi nama-nama napi dan model penempatannya. Alasannya, Lapas Pasir Putih sudah menjadi Lapas High Risk Terorism dan bersifat mandiri.

Para napi itu juga langsung dibawa ke Pasir Putih, tidak disinggahkan dulu di Lapas Batu yang saat ini menjadi Lapas High Risk Narkoba.

"Informasinya ya tapi (mereka) itu langsung ke lapas Pasir Putih," jelas Sudjonggo.

Di Lapas High Risk Terorism ini, hubungan napi dengan dunia luar sangat dibatasi.

Aktivitas para napi terorisme diawasi ketat, baik melalui pengawasan oleh teknologi tinggi maupun petugas khusus yang telah melalui assessment khusus. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment