Ingat Penyanyi 80-an Muchlas Ade Putra 'Tebak-tebak Buah Manggis?' Nasibnya di Hari Musik Nasional

Ingat Penyanyi 80-an Muchlas Ade Putra 'Tebak-tebak Buah Manggis?' Nasibnya di Hari Musik Nasional


Masih ingat pelantun tembang 'Tebak-tebak Buah Manggis' yang populer pada era 1980-an, Muchlas Ade Putra?

Lewat lagu itu Muchlas sempat meraih kejayaan kala itu. Bayangkan saja pada masa perekonomian Indonesia belum semaju sekarang, Muchlas bisa meraup uang Rp 5 juta sehari kala itu.

Sebuah angka yang fantastis.  Era di mana cuma ada TVRI satu-satunya TV hiburan Indonesia, belum ada sederet TV swasta dengan macam-macam paket acara musik heboh seperti sekarang.

Dengan kariernya yang cemerlang sebagai penyanyi pop, tawaran show tak henti-hentinya datang ke penyanyi asal Jawa Timur itu.

Tapi beberapa dekade berlalu, masa kejayaannya seolah tak membekas. Muchlas lama tak pernah tampil di layar kaca mengibur pemirsa seperti yang pernah dirasakan penyanyi generasinya.

Melansir pemberitaan Harian Surya yang menyebut Muchlas dikabarkan tinggal di rumah berukuran 12 meter persegi.

Ia tinggal bersama istri dan dua orang anaknya. Kini demi menghidupi keluarganya, Muchlas harus pindah-pindah panggung dari kampung ke kampung lain.

Semua masih sama hanya saja levelnya tak setinggi masa jayanya dahulu.

Kehidupan Muchlas sekarang bisa dibilang sederhana bahkan jika dibandingkan dengan tetangganya. Ketika diminta bercerita masa jayanya dahulu, Muchlas menolaknya.

"Saya nggak mau mengingat masa lalu saya. Saya mau hidup apa adanya sekarang saja," tandasnya.

Album pertama Muchlas tercipta pada 1986 dengan lagu andalan 'Tebak-tebak Buah Manggis'. Lagu itu diciptakannya sendiri dan berhasil melambungkan namanya.

Lagu itu menjadi pemegang tahta tangga lagu radio-radio Indonesia pada awal kemunculannya.
Rupanya capaian itu mendatangkan banyak uang hingga membuat Muchlas lupa diri.

"Karena uang banyak saya sering habiskan waktu dengan teman-teman, bersenang-senang. Alkohol tiap hari menjadi rutinitas." aku Muchlas.

Setahun berlalu ia makin tenar dengan lagu Rambut Hitam Kepang Dua. Gegara lagu itu dia mampu mendapatkan rumah di Kelapa Gading Jakarta.

Sayang capaian tertinggi dalam hidupnya itu membuatnya mulai jumawa. Ia sering bermalas-malasan menjalani show jika tak mood.

Ia mengakui sempat menjadi orang yang kasar di puncak kariernya. Hingga akhirnya Muchlas berkonflik dengan produsernya, Tjipto.

Muchlas bahkan pernah mengancam membunuh produsernya karena cekcok. Sejak konflik itu karier Muchlas mulai menurun.

Ia masih menciptakan lagu tapi buahnya tak setenar album pertamanya. Muchlas mengaku sempat bertemu kiai yang membuat dirinya meninggalkan Jakarta pada 2008.

"Semua barang saya di Jakarta, saya bagikan ke teman-teman" ucap penyanyi yang memopulerkan lagu Kau Tercipta dari Tulang Rusukku bersama Maya Angela itu.

Guna menjaga agar asap dapurnya tetap mengebul, Muchlas kini mengandalkan show dari panggung orkes kecil-kecilan.

Sekali tampil Muchlas dibayar Rp 300.000- Rp 500.000 sekali. Begini penampilan Muchlas di Sahara Music Probolinggo. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment