Saat Dicokok KPK, Tuti Teriak Histeris dan Sebut Nama Ibu Hakim

Saat Dicokok KPK, Tuti Teriak Histeris dan Sebut Nama Ibu Hakim


Panitera pengganti Tuti Astuti berteriak histeris saat dicokok tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Panitera pengganti yang belum lama ini baru melaksanakan ibadah umrah itu menangis sejadinya dan berteriak histeris.

Berada di Pengadilan Negeri Tangerang, jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, Banten, Senin sore, 12 Maret 2018, Tuti menyebut nama hakim Wahyu Widya Nurfitri.

"Bu Tuti pas dibawa ke lobi ini dia nangis menjerit dan teriak nyebut nama bu hakim, Wahyu. Dia teriak disuruh Bu Wahyu," ujar seorang pegawai di PN Tangerang, Selasa (13/3/2018).

Pegawai yang enggan disebutkan namanya itu menceritakan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK ini bermula saat sekitar lima orang berpakaian bebas menangkap dua orang diduga pengacara beberapa saat meninggalkan pengadilan pada pukul 16.30 WIB.

Keduanya dibawa masuk ke dalam pengadilan menuju lantai tiga pengadilan. Setelah beberapa lama di sebuah ruangan di lantai tiga, kelima orang tersebut membawa turun panitera pengganti Tuti Astuti.

"Orang orang (tim KPK) yang bawa enggak pakai rompi, pakai pakaian kemeja biasa saja dan bawa ransel," jelasnya.

Ia mengaku kaget karena tidak lama kemudian mendengar suara teriakan histeris dari Tuti. Apalagi, sore itu suasana di pengadilan telah sepi karena sebagian besar pegawai telah pulang.

"Yah saya kaget, saya enggak tahu tiba tiba dia teriak menjerit seperti itu. Sebelumnya pernah Bu Tuti seperti itu," tuturnya.

Kepala Bagian Humas PN Tangerang, Irfan Siregar mengaku tidak bisa banyak menceritakan perihal OTT dari tim KPK ini karena ia telah pulang ke rumah sebelum peristiwa tersebut.

Namun, dari laporan dan informasi yang diperoleh, hanya Tuti Astuti selaku panitera pengganti yang ditangkap oleh tim KPK di PN Tangerang pada Senin sore.

Sementara, hakim Wahyu Widya Nurfitri tidak berada di pengadilan karena sedang cuti atau di luar kota.

"Katanya seorang hakim (Wahyu), karena tidak ada di tempat ini, cuti atau luar kota," kata Irfan.

Saat ini, ruang kerja hakim Wahyu di lantai dua dan panitera pengganti Tuti Astuti di lantai tiga pengadilan telah dipasangi garis KPK warna merah hitam.

Tuti Atika, Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Tangerang yang ditangkap bersama enam orang lainnya oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan penangkapan ketujuh orang tersebut diduga terkait suap penanganan sebuah perkara perdata yang ditangani Pengadilan Negeri Tangerang.

TribunJakarta.com menghimpun sejumlah fakta tentang Tuti yang tercatat berdomisili di kompleks Setneg, Kota Tangerang, Selasa (13/3/2018).

TribunJakarta.com sempat mewancarai seorang tetangga yang memastikan memang betul rumah Tuti berpagar hitam dan biru.

"Iya betul ini rumahnya TT, yang kerja di Pengadilan Negeri Tangerang," ungkap warga yang minta namanya dirahasiakan.

Sejak Tuti ditangkap petugas KPK pada Senin (12/3/2018), tidak ada aktivitas di kediaman Tuti.

"Seperti sehari-hari saja, tidak ada aktivitas yang berbeda. Namun, saya memang belum lihat Tuti seharian ini," ucap dia.

Terpantau da satu unit mobil dan tiga buah sepeda motor terparkir di garasi rumah TT. Suami Tuti Atika yang bernama Ahmad, sedikit berbicara dijumpai wartawan di rumahnya.

Ia enggan panjang lebar memberikan keterangan terkait kasus yang menjerat istrinya.

"Saya tidak tahu apa pun, jangan tanya saya," tutur Ahmad.

Mengenakan sarung dan baju berwarna putih dan biru, Ahmad tergesa-gesa berjalan keluar dari rumahnya.

Ahmad meminta media untuk menemui pengacaranya jika ingin bertanya tentang Tuti dan jangan bertanya kepada dirinya.

"Temui pengacaranya saja, jangan temui saya, saya tidak tahu apa-apa," beber Ahmad.

Warga sekitar bercerita jika Tuti baru pulang menunaikan ibadah umrah pada 13 Februari 2018 bersama anak bungsunya.

"Dia persis sehari sebelum saya pulangnya dari umrah," ujar tetangga rumah Tuti.

Tetangga tadi mengakui persis sebulan lalu bersama Tuti dan anak bungsunya baru menunaikan umrah.

"Jujur saya kaget sekali, masya Allah, baru sebulan lalu ibadah," tambah dia.

Berdasar informasi Tuti jarang bersosialisasi dengan warga di sekitar kediamannya lantaran sibuk sebagai Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Tangerang.

Setiap hari ia bekerja dari pagi sampai malam.

"Bu Tika bekerja tiap pagi sampai malam, sibuk sama kerjaannya. Jadi jarang ketemu juga sih," ujar tetangga yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Setiap ada acara di RT, Tuti jarang sekali bergabung dengan warga. Tuti hanya aktif mengikuti arisan tetangga setiap bulannya.

"Setiap pengajian, kerja bakti, dan kegiatan kemasyarakatan jarang sekali ikut, mungkin karena memang terlalu sibuk," ucap dia.

Diketahui dari tetangga setiap akhir pekan Tuti selalu berkumpul bersama keluarganya di dalam rumah.

Sehari setelah tertangkap tangan oleh petugas KPK, nama Tuti menjadi pembicaraan tetangganya di kompleks Setneg. Seorang warga mengenal Tuti sebagai sosok yang ramah dan baik.

"Saya kenal baik keluarganya, dia dan suaminya juga sangat baik dengan saya dan tetangga lainnya," tutur warga yang enggan namanya ditulis.

Tuti adalah sosok pekerja keras, pergi pagi dan pulang saat malam. Suami Tuti, Ahmad, tak bekerja dan hanya menikmati masa pensiunnya dari Kementerian Sekretaris Negara.

Hanya Tuti yang masih bekerja hingga saat ini untuk menafkahi tiga dari empat anaknya. Anak pertama Tuti sudah menikah, sementara anak kedua, ketiga, dan keempat masih tinggal bersamanya.

Tertangkapnya Tuti belum diketahui putri bungsunya berinisial L.

Menurut tetangga, L terus merengek mempertanyakan keberadaan ibunya yang sampai Selasa (13/4/2018) belum juga pulang ke rumah.

L tercatat masih duduk di bangku sekolah dasar dan belum tahu kabar ibunya yang ditangkap petugas KPK.

"Dia tahu ibunya sedang dinas ke luar kota. Sepertinya belum dikasih tahu keluarganya," ujar tetangga Tuti yang meminta namanya dirahasiakan.

Hanya beberapa tetangga sekitar yang mengetahui kabar penangkapan Tuti.

Beredar kabar, Tuti terjaring petugas KPK bersama seseorang yang diduga sebagai penyuap di salah satu ruangan di Kantor Pengadilan Negeri Tangerang.

photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment