Tega! Bayi Ditato di Dada Sampai Meronta-ronta

Tega! Bayi Ditato di Dada Sampai Meronta-ronta


Sebuah video yang menunjukkan seorang bayi tengah ditato menjadi viral di media sosial. Bayi itu tampak ditato di bagian dadanya. Video tersebut diketahui diambil di Vietnam.

Dalam video  tersebut terlihat sang anak menangis sambil meronta-ronta. Namun, tangan seorang wanita begitu kuat memeganginya.

Tentu saja banyak kecaman langsung meluncur kepada sang ibu.  Kebanyakan meminta pemerintah setempat memburu orangtua begitu juga pentato bayi tersebut.

Menato anak memang tak hanya terlihat sangat kejam namun juga sangat berisiko.  Selain itu, mereka yang sudah dewasa pun kerap merasa menyesal dengan tato yang mereka buat.

Apalagi sang bayi yang ditato di luar keinginannya sendiri.  Harris Poll 2016 mengungkapkan, 1 dari 4 orang bertato berumur 18-35 tahun menyesali tatonya.

Banyak alasan kenapa menyesal. Bisa karena bentuk, warna, letak. Tapi, yang seharusnya menjadi dasar penyesalan terkuat adalah masalah kesehatan.

Dokter mengungkapkan fakta-fakta mengejutkan tentang bahaya tato baik dalam waktu dekat maupun panjang.

Diperkirakan, ada sekitar 60 juta orang yang memiliki tato di kelompok usia itu. Artinya, 7,5 juta orang menyesali tatonya.

Ahli fisik, Dr Greg Hall mengatakan, masalah kesehatan seharusnya menajdi kepedulian utama. Banyak pasiennya yang bertanya tentang bahaya tato.

Menurutnya, itu pertanyaan bijaksana mengingat tato memang memiliki risiko kesehatan yang tinggi.

"Banyak pasien saya yang mengaku punya tato ketika muda dan kini menyesal, karena saat itu tanpa pertimbangan. Maka, saya kemudian melakukan penelitian tentang tato dan pengaruhnya pada kesehatan," kata Hall.

"Apa yang saya temukan sangat mengejutkan dan perlu diketahui semua orang. Saya kaget, ternyata tinta tato menyebabkan komplikasi, infeksi, etek racun, luka, terbakar, iritasi kronis, dan banyak risiko kesehatan lainnya," tegasnya.

Menurutnya, yang paling memprihatinkan adalah efek jangka panjang dari tinta tato bisa merusak sistem kekebalan tubuh dan komplikasi kesehatan lainnya.

Beberapa tinta tato tertentu mengandung racun. Agen Perlindungan Lingkungan Denmark (DEPA) pada 2012 menemukan, banyak tinta tato mengandung carcinogenic compounds, zat yang berbahaya bagi tubuh dan kesehatan.

Sementara sebuah studi yang dibiayai pemerintah Australia menemukan, 1 dari 5 tinta tato mengandung zat kimia carcinogenic. Kebanyakan komposisi tinta tato masuk daftar berbahaya menurut standar keselamatan kesehatan internasional.

Bahkan yang memperihatinkan, 83 persen tinta tato warna hitam mengandung zat carcinogens yang berbahaya. Padahal, tinta hitam paling banyak dipakai untuk tato.

Masyarakat Tato dan Penelitian Pigmen Eropa (ESTPR) didirikan pada 2013 dengan misi mengedukasi publik tentang fakta fundamental soal tato.

Dalam penelitiannya, ESTPR menemukan, ada kandungan barium, tembaga, mercuri dan komponen tak aman lain dalam tinta tato.

"Kebanyakan warna yang digunakan di tinta tao adalah warna yang digunakan untuk tinta printer atau cat otomotif," jelas Lembaga Pengawas Makanan dan Obat (FDA).

berikut akibat dari tinta tato :

1. Menurut ahli, infeksi yang sering terjadi akibat tato adalah staphylococcus aureus atau munculnya bakteri pseudomonas. Infeksi ini bisa sangat berbahaya dan mengancam hidup.

2. Sebuah studi tahun 2015 dari Tulane University menemukan, 3 persen dari pemakai tato telah terinfeksi. Sebanyak 22 persen partisipan dalam studi itu mengaku merasakan sakit selama sebulan setelah ditato.

3. Tinta tato dapat menyebabkan kekacauan kulit seperti sarcoidosis, lichen planis dan reaksi seperti pengidap penyakit lupus. Masalah ini bisa disertai luka kulit yang lama.

4. Studi yang dilaporkan dalam Hepatology menyebutkan, tato bisa menyebabkan HCV atau virus hepatitis C, meski si pengguna tak punya risiko virus itu.

photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment