Wanita Dibakar Calon Suami di Jakarta, Ini Enam Faktanya

Wanita Dibakar Calon Suami di Jakarta, Ini Enam Faktanya


Kasus pembunuhan yang terjadi pada calon pasangan suami istri menghebohkan Jakarta, Kamis (3/5/2018).

ST (25) menusuk LR (41), calon istrinya saat cekcok, lalu membuang dan membakarnya di Pantai Karang Serang, Tangerang.

"‎Korban ditusuk sebanyak empat kali di bagian perut dan punggung," kata Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh.

Pembunuhan itu berlangsung di rumah LR di Jalan Alaydrus, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat.
Berikut 6 fakta peristiwa yang terjadi tak lama setelah keduanya berfoto pre-wedding itu:

1. Berawal dari bulu tangkis

ST, sopir online, bertemu LR, seorang lulusan Australia yang jago IT karena hobi bulu tangkis. Keduanya kenal lama dan kerap bermain bulu tangkis di Jelambar, lalu berpacaran selama 9 bulan meski usia terpaut 16 tahun.

"Mereka itu kenal karena sama-sama suka main bulu tangkis. Karena sering bertemu dan main bulu tangkis bareng makanya jadi dekat," kata Panit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat, Iptu Eko Agus, Minggu (6/5/2018).

"Mainnya bulu tangkisnya biasanya di daerah Jelambar. Kadang juga di daerah Pantai Indah Kapuk," tambahnya.

2. Motif sakit hati

ST mengaku bertengkar hebat karena dirinya, yang tinggal seatap di rumah LR, lupa menutup pintu. Ayah korban marah-marah, sehingga korban terkena dampaknya.

"Cek-cok itu sendiri terjadi berawal karena saya lupa menutup pintu rumah kemudian bapaknya marah-marah hingga merambat banyak ke dia. Saya juga memang tinggal di sana," kata ST.

Pelaku pun sakit hati karena merasa tak dihormati sebagai laki-laki. Ia tak terima sering dimarahi korban, terlebih setelah seluruh biaya pernikahan ditanggung korban.

3. Mengaku sudah menikah

Ketua RW 02 Petojo Utara, Usman Ali Musa (69), mengetahui ST tinggal di rumah LR. "Kadang kalau saya kontrol malam, emang ada laki-laki itu di rumahnya. Kadang tengah malam mereka pergi naik mobil," ujar Usman, Minggu (6/5/2018).

Namun ia tak mau ikut campur dan tak menegurnya karena di sana juga tinggal bersama keluarga korban.

"Saya juga enggak pernah ikut campur. Karena kan itu juga rumah dia sendiri. Bapak sama adiknya juga kadang kan tinggal di situ meski enggak setiap hari," kata Usman.

Setelah kejadian ini, ayah korban, Hartanto, menyebutkan bahwa putrinya sudah menikah dengan ST.

"Katanya itu suaminya. Tapi kayak gimana jelasnya saya juga kurang tahu itu bagaimana karena keluarganya juga emang kurang akur," ujarnya.

"Tapi baru bilangnya pas sudah kejadian. Kalau sebelum kejadian enggak pernah ada laporan kalau dia itu sudah menikah," tambahnya.

4. ST dikenal cuek

ST dinilai cuek, tak ramah, dan tak punya sopan santun oleh tetangga LR.

"Oh enggak sama sekali (menyapa). Enggak ada sopan santunnya. Biasa aja nyelonong gitu. Cuek aja enggak ada basa-basi," ungkap Yanto saat ditemui di dekat rumah korban, Minggu (6/5/2018).

Pria yang dikenal sebagai pacar korban itu disebut ketus dan kerap mengabaikan tetangga yang menyapanya.

"Tampangnya ketus gitu. Kadang-kadang kita negor aja enggak ada omongan," ujarnya

"Enggak kenal. Sering lihat muka ya karena dia anak muda keluar masuk (dari rumah korban). Saya pikir ya itu cowoknya, entah mau jadi suami kita enggak tahu kan," katanya lagi.

5. Keluarga LR kerap bertengkar

Keluarga LR dikenal tertutup serta tak harmonis lantaran ayahnya, yang sudah bangkrut, kerap ribut dengan anak.

"Setahu saya sih suka ribut juga antara anak sama bapak. Keluarganya juga tertutup enggak pernah bertetangga," ujar Usman, Minggu (6/5/2018).

Ayah dan kakak LR jarang tinggal di rumah LR, sedangkan kakaknya yang lain berada di Australia, dan ibunya sudah meninggal.

"Bapak sama kakaknya korban itu jarang tinggal disini. Saya juga enggak tahu mereka tinggal dimana. Kalau ibunya sudah meninggal," kata Usman.

Rumah LR bahkan sempat dibakar oleh kakaknya yang mengalami gangguan jiwa.

"Pernah dibakar itu rumahnya sama kakaknya. Sudah lupa saya tahun berapa itu, udah lama lah," ucapnya.

6. LR belum pernah ketemu calon mertua

ST dikabarkan sudah lima bulan tak pulang ke rumahnya di Jalan Kampung Janis, Pekojan, Tamboran, Jakarta Barat.

"Sudah lima bulan dia enggak ke sini, saya juga enggak terlalu tahu. Karena keseringan berada di rumah calon istrinya," ujar Merry

Merry, ibu ST, mengaku terakhir mendapat kabar dari ST saat putranya itu melakukan foto prewedding.

"Saya dapat kabarnya juga dari saudara yang di sana, saya tahu pas perempuannya sudah enggak ada begini. Terakhir anak saya ngabarin pas dia bilang mau foto-foto prewed itu," kata Merry.

Ia kaget mendengar kasus putranya karena setahunya hubungan mereka baik, meski ia belum bertemu LR.

"Kaget saya, siapa sih yang mau anaknya ditangkap apalagi kasus seperti ini. Orang saya kenal juga mereka berdua hubungannya baik-baik saja layaknya orang pacaran seperti biasa," ujar Merry.

"Apalagi mereka baru foto prewed itu. Memang sudah lama sekitar setahunan yang saya tahu hubungannya. Cuma rencana mau menikahnya belum lama," tambah Merry.

photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment