Anies Copot Orang Pilihan Ahok, Mantan Dirut Jakpro Buka Suara

Anies Copot Orang Pilihan Ahok, Mantan Dirut Jakpro Buka Suara


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Satya Heragandhi, orang pilihan Ahok, dari posisi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo atau Jakpro. Pencopotan Satya dilakukan hanya 40 hari menjelang Asian Games 2018 padahal BUMD itu memegang peranan penting dalam perhelatan tersebut. 

Anies memberhentikan Satya melalui Badan Pembinaan BUMD (BP-BUMD) DKI Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Satya membenarkan adanya rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) yang menggeser posisinya sebagai dirut.

"Iya betul, per hari ini. Ada RUPS LB, tadi yang memutuskan Pak Yuri (Yurianto, Kepala BP BUMD DKI)," katanya, Selasa.

Meski telah dipecat Anies, Satya tetap memegang komitmen melakukan transisi kerja kepada Direktur Utama Jakpro yang baru, Dwi Wahyu Darwoto.

Saat ini, Jakpro memiliki tiga pekerjaan besar, yaitu menyelesaikan dan mengoperasikan kereta ringan (light rail transit/LRT), arena balap sepeda Velodrome, dan arena berkuda Equestrian untuk Asian Games. Pesta olahraga itu akan berlangsung pada 18 Agustus 2018.

"Per hari ini sudah dilakukan transisi. Saya memberikan personal commitment membantu proyek LRT berjalan untuk Asian Games," kata Satya.

Satya mengaku belum memikirkan opsi karier yang akan dipilih setelah tak menjabat lagi sebagai Dirut Jakpro. Fokusnya saat ini menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah ditugaskan Pemerintah Provinsi DKI.

"Setelah beres semua, baru saya exercising my options. Terima kasih atas dukungannya selama ini," ujar Satya.

Dalam RUPS LB, Anies menunjuk Dwi Wahyu Daryoto sebagai Direktur Utama PT Jakpro dan Daryanto sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo.

Keduanya menggantikan posisi Satya Heragandhi untuk posisi direktur utama dan Jimmy Siswanto sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo.

Satya Heragandhi adalah orang yang dipilih oleh Ahok untuk menjadi orang nomor satu di PT Jakarta Propertindo pada April 2016. Sebelum memimpin BUMD DKI itu, Satya adalah Direktur Utama PT Sanggar Sarana Baja.

"Iya saya pilih Gandhi. Dia sekarang pegang anak usaha Trakindo, tetapi dulu pernah di PT Kereta Api Indonesia dan GE," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa, 5 April 2016.

Menurut Ahok pada saat itu, nama Satya memang tak populer. Namun Satya memiliki pengalaman terkait seluk-beluk perkeretaapian sesuai dengan rencana DKI membangun LRT. photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif Ibcqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About Lisa Wilona

    Blogger Comment
    Facebook Comment